Monday, 29 March 2010

  • Sang ibu

    aku tidak bisa berkata dalam puisi dan sya'ir.....
    Benar, ibu adalah pahlawan. Tidak ada seorang pun yang paling berjasa kepada kemanusiaan melebihi jasa seorang ibu. Karenanya dalam Al-Qur’an Allah swt. tidak segan menceritakan perih dan lelah seorang ibu saat hamil dan menyusui. Dalam surah Luqman:14, Allah berfirman: ”Dan Kami perintahkan kepada manusia supaya (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

    Namun sayang, banyak anak begitu mudah melupakan jasa besar sang ibu. Kalau pun berbuat baik cenderung perbuatan itu semata basa-basi, datang setahun sekali menemuinya di hari raya. Basa-basi mencium tangannya dan lain sebagainya, sementara pesan-pesannya yang baik tidak dipatuhi. Banyak para ibu yang merindukan anaknya agar mentaati Allah swt. Namun banyak anak yang justeru membalas kebaikan ibunya dengan berbuat maksiat kepada-Nya. Sungguh ini suatu kedurhakaan.
    Aku pun tidak munafik, terkadang aku sering menyakiti orang kedua orang tua aku....
    balas memarahi ketika aku dimarahi.....
    ya'' semua itu aku akui... tapi janganlah kau mengikuti....

    Tidak ada artinya kebaikan seorang anak kepada ibunya secara material, sementara ia selalu berbuat maksiat kepada Allah. Karenanya banyak para ulama mengatakan: ”Pengabdian seorang anak yang paling baik bagi orang tuanya adalah menjadikan dirinya sebagai anak yang saleh.” Inilah rahasia hadits Rasulullah saw. yang berbunyi: ”Waladun shaalihun yad’u lahuu (anak yang shaleh yang selalu mendoakan untuk orang taunya).” Perhatiakan kata shalih dalam teks hadits tersebut. Ini untuk menegaskan bahwa hanya anak yang shalih yang benar-benar akan memberikan kebahagiaan bagi orang tuanya: bahagia secara material maupun secara spiritual. Sementara anak durhaka tidak akan pernah memberikan kebahagiaan hakiki bagi orang tuanya.


    Puisi buat mu ibu....

    Ibu, bila semua orang berkata langit itu sangat tinggi

    Sungguh masih lebih tinggi cintamu kepadaku

    Bila semua orang berkata lautan itu sangat dalam

    Sungguh masih lebih dalam kasihmu kepadaku

    Bila semua orang berkata bukit itu sangat kokoh

    Sungguh masih lebih kokoh perhatianmu kepadaku

    Tak sanggup kata melukiskan kebaikanmu

    Tak sampai nyawa membalas budi baikmu

    Kecuali keshalihanku

    Agar sungai keringat jerih payahmu menjadi amal jariah.

Sunday, 14 March 2010

  • kau ada dihatiku sejak aku diciptakan

    Aku gila bukan karna cinta....
    aku gila mencari bayangmu......
    yang membuat aku selalu mengingatmu......

    Aku gila bukan seperti mereka...
    yang gila akan kekuasaan
    yang mempermainkan kesucian cinta
    mungkin mereka yang menganggap  gila
    menertawakan aku
    karna apa yang aku lakukan....

    mungkin  mereka menganggap aku bajingan....
    tapi aku tidak seperti mereka yang berpikiran picik....
    sehingga cinta diperkosa dengan kebohongan....
    tapi aku akan terus menjaga kesucian cinta itu....
    walau sampai akhir hayat...
    hanya padamu cintaku yang seutuhnya.....
    walau aku tak pernah  menemukan sosok bayangmu......
    Karna aku yakin kau telah ada dalam hatiku
    sejak aku diciptakan......
                                                                    
    syukur
    14 - 3- 10

                                                



Thursday, 11 March 2010

  • Masihkah Ada Cinta Disana

    Yah.. kau memang senang sekali menanyakan…
    Keraguanlah yang menghalangi ketulusan.. keihlasan dan kepasrahan…
    Tapi bukan berarti aku melarangmu untuk bertanya.. bukankah Musa menemukan NYA dengan bertanya dan bukankah Ibrahim mencari NYA dengan bertanya pula… justru kau akan menemukan NYA dengan bertanya…. jadi bertanyalah selagi aku mampu menjawab..
    “Apakah ada CINTA dalam ungkapan mu itu?” ujarmu lirih..
    Hmmm… ahhh.. ternyata itukah yang menggugah pikirmu… kegelisahan karena sebuah kata CINTA..
    Bukankah sudah kukatakan aku ingin menyayangi mu tidak sebagai kekasih, isteri, adik atau apapun juga… Ya hanya menyayangi.. Jangan kau paksa aku memberi bentuk rasa sayang itu dengan apapun.. karena bentuk hanya akan memberi batas…
    Apakah kau menyembah NYA karena mengetahui bentuk NYA… DIA menjadi maha karena kita tak akan pernah mengetahui bentuk NYA.. Karena DIA zat yang Qiyamuhu Binafsihi.. zat yang tidak menyerupai mahluk apapun…
    Rupa..wajah..tinggi..besar
    ..isteri..pacar..kekasih adalah bentuk .. karena kita manusia yang selalu membatasi diri dari yang Maha Tak Terbatas.. Al Akbar..
    Lagipula CINTA tidak ada dalam 99 nama terbaik NYA.. Asmaul Husna…hanya ada Arrahman dan Arrahim disana..
    Demi merengkuh kasih dan sayangNYA… ijinkanlah aku menjadikan engkau, dia, siapa atau apapun saja sebagai jalannya.. hanya itu..
    Jadi jangan tanyakan adakah ada cinta disana…
  • Cinta Memberi ketenangan jiwa.

    Cinta…………….
    ya, sedikit banyak orang jd heboh krn memahami cinta,
    sesungggh nya cinta itu indah
    sangat indah............!!!!
    tapi keindahan itu tak jarang jadi kehampaan, kehancuran
    karna apa.......??????
    karna manusia itu sendiri yang tak pernah mengerti untuk apa itu cinta
    cinta itu untuk diri kita sndiri untuk hidup kita
    untk mencari ktenagan jiwa
    dan tujuan itu hanya terpaku pada 1 tujuan, ya itu cinta
    hanya cara nya yg brbeda shgga bnyk konflik yang tmbul di dunia ini
    jika kita berpegang teguh pada agama kita dan berjalan sesuai ajaran nya
    aq yakin ko kita bakal nemuin cinta untuk kdamaian jwa kita, cinta yang seutuhnya
    dan cnta dunia n akhirat
    smua it bsa kita capai……
    tetapi jagan hanya mempermainkan kata hati.....
    setelah memiliki hatinya cinta kita abaikan.....
    jadikanlah cinta sebagai ketenangan jiwamu..

Wednesday, 10 March 2010